TERNATE, INITIMES – Tidak semua perjalanan menuju Tanah Suci berawal dari kelimpahan harta. Ada yang berangkat dari kesederhanaan hidup, ketulusan mengabdi, serta doa-doa panjang yang selama ini tersimpan dalam hati.

Bagi dua warga Kota Ternate, Sabtu (7/11/2026), menjadi hari yang penuh haru dan kebahagiaan. Impian untuk menunaikan ibadah umrah akhirnya menjadi kenyataan setelah keduanya mendapatkan kesempatan istimewa melalui program kepedulian Yayasan Nasri Abubakar (NASAB), yang dikenal dengan program Nasab Baitullah.

Keduanya bukan berasal dari kalangan berada. Mereka adalah orang-orang sederhana yang menjalani kehidupan dengan pekerjaan dan pengabdian masing-masing.

Salah satunya merupakan seorang sopir angkutan barang yang juga mengemban amanah sebagai pengurus Masjid Ikhwanul Muslimin di Kelurahan Moya, Kota Ternate. Di tengah kesibukannya mencari nafkah di jalanan, ia tetap meluangkan waktu untuk melayani umat dan menjalankan tanggung jawab keagamaan di lingkungan tempat tinggalnya.

Sementara penerima lainnya adalah Ibu Iyam Udin, tenaga pengajar di SD Islam Terpadu (SD IT) Nurul Hasan Kota Ternate sekaligus guru mengaji di TPQ Pangaji Ar Rahman, Kelurahan Kalumata, Kecamatan Ternate Selatan.

Hari-harinya diisi dengan mendidik anak-anak dan mengenalkan mereka pada nilai-nilai Al-Qur’an. Sebuah pengabdian yang mungkin tidak selalu dinilai dengan materi, tetapi memiliki arti besar dalam membentuk generasi yang berakhlak dan beriman.

Bagi keduanya, kesempatan menjejakkan kaki di Tanah Suci bukan sekadar perjalanan biasa. Ada kebahagiaan, rasa syukur, dan haru yang menyertai langkah tersebut. Sebab, di balik kesederhanaan hidup, tersimpan impian besar untuk suatu saat dapat bersujud langsung di hadapan Ka’bah.

Kini, impian yang mungkin selama ini hanya terucap dalam doa itu akhirnya menemukan jalan untuk menjadi kenyataan. Kesempatan istimewa tersebut hadir melalui kepedulian Pendiri Yayasan NASAB, Nasri Abubakar, yang saat ini juga menjabat sebagai Wakil Wali Kota Ternate.

Dari Maret hingga November, Kepedulian Terus Berlanjut

Pemberangkatan dua jamaah pada 7 November 2026 ini menjadi bagian dari kesinambungan program kepedulian Yayasan Nasri Abubakar melalui Nasab Baitullah.

Sebelumnya, pada 29 Maret 2026, Yayasan NASAB juga telah memberangkatkan dua jamaah untuk menunaikan ibadah umrah ke Tanah Suci.

Kini, berselang beberapa bulan, yayasan yang didirikan Nasri Abubakar tersebut kembali memberikan kesempatan serupa kepada dua warga lainnya.

Dengan demikian, sepanjang Maret hingga November 2026, sedikitnya empat warga telah mendapatkan kesempatan berangkat umrah melalui program Yayasan NASAB, sebagaimana kepedulian yang telah dijalankan pada tahun-tahun sebelumnya.

Keberlanjutan program ini memperlihatkan bahwa kepedulian tidak cukup hanya diwujudkan dalam satu kesempatan. Ada komitmen untuk terus menghadirkan kebahagiaan, terutama bagi masyarakat yang memiliki keterbatasan ekonomi, tetapi menyimpan kerinduan besar untuk beribadah di Tanah Suci.

Bagi penerima manfaat, program ini bukan sekadar bantuan perjalanan ibadah. Lebih dari itu, menjadi kesempatan untuk mewujudkan impian yang mungkin selama bertahun-tahun hanya bisa mereka titipkan melalui doa.

Dilepas dengan Doa dan Dibekali Uang Saku

Sebelum diberangkatkan, digelar acara pelepasan sekaligus penyerahan uang saku kepada para jamaah. Kegiatan tersebut berlangsung di kediaman keluarga Nasri Abubakar, Kelurahan Tanah Tinggi, Kecamatan Ternate Selatan, Sabtu (7/11/2026).

Pelepasan dilakukan langsung oleh Pendiri Yayasan NASAB, Nasri Abubakar, yang juga Wakil Wali Kota Ternate, didampingi istrinya, Ny. Nursinta Nasri.

Dalam suasana penuh kekeluargaan, Nasri Abubakar bersama Ny. Nursinta Nasri menyerahkan langsung uang saku kepada para jamaah sebagai bekal tambahan selama menjalankan ibadah umrah.

Perhatian tersebut bukan semata-mata tentang nilai materi, melainkan bentuk kepedulian dan kasih sayang kepada sesama. Sebuah ikhtiar sederhana untuk membuat perjalanan ibadah para jamaah terasa lebih nyaman dan penuh ketenangan.

Bagi orang-orang yang selama ini menjalani kehidupan dengan segala keterbatasan, perhatian seperti ini tentu memiliki makna tersendiri. Mereka tidak hanya mendapatkan kesempatan berangkat ke Tanah Suci, tetapi juga merasakan bahwa pengabdian dan ketulusan mereka mendapat perhatian.

Dalam kesempatan itu, Nasri meminta kedua jamaah agar tidak melupakan Kota Ternate dalam doa-doa mereka selama berada di Tanah Suci.

Ia berharap, di tempat-tempat mustajab, keduanya turut mendoakan agar Kota Ternate senantiasa diberikan keberkahan, dijauhkan dari segala musibah, serta masyarakatnya hidup dalam kedamaian, persaudaraan, dan kesejahteraan.

Nasri juga berharap agar doa-doa yang dipanjatkan tidak hanya menjadi harapan bagi diri dan keluarga masing-masing, tetapi juga menjadi ikhtiar spiritual untuk kebaikan seluruh masyarakat Kota Ternate.

Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa perjalanan ke Tanah Suci bukan hanya tentang membawa doa untuk kepentingan pribadi, tetapi juga kesempatan untuk menitipkan harapan bagi kampung halaman dan orang-orang yang dicintai.

Dua jamaah penerima manfaat program Nasab Baitullah tersebut, bersama 10 jamaah lainnya asal Ternate, diberangkatkan melalui PT Betteravel Indonesia Perkasa dengan menggunakan maskapai Garuda Indonesia Add-On.

Rombongan jamaah dari Ternate turut didampingi Ustad Hidayatussalam Sehan, yang merupakan Jo Kalem Kesultanan Ternate.

Ketika Pengabdian Mengantarkan pada Impian

Keberangkatan ini menghadirkan pesan yang jauh lebih besar daripada sekadar perjalanan ibadah. Bahwa orang-orang yang setiap hari bekerja keras, mengajar, membimbing anak-anak membaca Al-Qur’an, dan melayani umat juga berhak merasakan kebahagiaan untuk menginjakkan kaki di Tanah Suci.

Bagi sang sopir angkutan barang, perjalanan ini menjadi jeda indah dari rutinitas panjang mencari nafkah. Sementara bagi Ibu Iyam Udin, perjalanan ini menjadi hadiah istimewa setelah sekian lama mengabdikan diri mendidik anak-anak dan mengajarkan ayat-ayat suci Al-Qur’an.

Mungkin selama ini sang sopir lebih sering mengantarkan orang lain menuju tempat tujuan. Sementara Iyam mengantarkan anak-anak didiknya mengenal kalam Ilahi.

Namun kali ini, keduanya mendapat kesempatan untuk menempuh perjalanan menuju tempat yang dirindukan jutaan umat Islam.

Ada kebahagiaan yang berbeda ketika seseorang yang selama ini menjalani hidup dalam kesederhanaan akhirnya mendapatkan kesempatan untuk mewujudkan impian besarnya.

Program Yayasan NASAB ini sekaligus mengingatkan bahwa kepedulian tidak selalu harus hadir dalam bentuk bantuan besar. Memberikan kesempatan kepada seseorang untuk mewujudkan impian yang selama ini hanya bisa dipanjatkan dalam doa juga merupakan bentuk kebaikan yang luar biasa.

Sebab, kemuliaan seseorang tidak selalu terlihat dari apa yang dimilikinya, tetapi juga dari ketulusan pengabdiannya kepada sesama.

Dan bagi dua warga Ternate ini, perjalanan umrah tersebut bukan hanya tentang keberangkatan menuju Makkah dan Madinah. Lebih dari itu, sebuah impian yang mungkin telah lama mereka simpan akhirnya menemukan jalan untuk menjadi kenyataan.

Dari dua jamaah pada Maret dan dua jamaah pada November, ada pesan sederhana yang ingin disampaikan melalui program ini: kebahagiaan terbesar terkadang bukan ketika kita menerima sesuatu untuk diri sendiri, melainkan ketika kita mampu membantu orang lain mewujudkan impian yang selama ini hanya hidup dalam doa.