HALUT, INITIMES- Anggota DPRD Provinsi Maluku Utara, Aksandri Kitong, menyambangi sejumlah lahan pertanian milik kelompok tani di wilayah Galela dan Desa Gorua, Kabupaten Halmahera Utara, Sabtu siang (07/11/2026).

Kunjungan tersebut dimanfaatkan Aksandri Kitong untuk bertemu langsung, menyapa, serta bercengkerama dengan para petani. Dalam kesempatan itu, ia didampingi Ketua Asosiasi Petani Halmahera Utara, Alnahyan Abdullah, bersama sejumlah perwakilan asosiasi.

Ketua Asosiasi Petani, Alnahyan Abdullah

Pertemuan yang berlangsung di tengah aktivitas pertanian tersebut menjadi ruang bagi para petani untuk menyampaikan berbagai aspirasi dan kebutuhan mereka. Sejumlah persoalan yang disampaikan diharapkan dapat menjadi perhatian dan diperjuangkan melalui kewenangan legislatif di tingkat provinsi.

Ketua Asosiasi Petani Halmahera Utara, Alnahyan Abdullah, mengatakan pihaknya menaruh harapan besar agar aspirasi yang disampaikan petani dapat ditindaklanjuti oleh Aksandri Kitong selaku anggota DPRD Provinsi Maluku Utara.

Menurutnya, meskipun petani di wilayah Galela dan Gorua berada di lokasi berbeda, aspirasi yang mereka sampaikan pada dasarnya memiliki kesamaan. Bahkan, persoalan tersebut juga mencerminkan kebutuhan petani di berbagai wilayah Kabupaten Halmahera Utara.

Kebersamaan Aksandri dengan petani

Alnahyan berharap, melalui posisi dan kewenangan yang dimiliki Aksandri Kitong, berbagai kebutuhan petani, khususnya yang berkaitan dengan dukungan dan pembangunan infrastruktur pertanian, dapat diperjuangkan agar memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Ia menegaskan, upaya memperjuangkan aspirasi petani tersebut merupakan bagian dari dukungan terhadap agenda pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan nasional.

Sebab, menurutnya, petani merupakan pelaku utama sektor pertanian yang perlu mendapatkan perhatian serta dukungan fasilitas dan infrastruktur memadai untuk meningkatkan produktivitas dan keberlanjutan sektor pertanian.

Melalui pertemuan langsung ini, Asosiasi Petani Halmahera Utara berharap komunikasi antara petani dan wakil rakyat terus terjalin, sehingga berbagai persoalan di lapangan dapat menjadi bahan perjuangan dalam mendorong pembangunan sektor pertanian di Halmahera Utara.