
TERNATE, INITIMES — Musyawarah Besar Luar Biasa (Mubeslub) III Kerukunan Keluarga Persaudaraan Jawa (KKPJ) Kota Ternate 2026 menghasilkan keputusan yang nyaris tanpa riuh persaingan. Dr. H. Muhlisin, S.Hi., M.Si. terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum KKPJ Kota Ternate periode 2026–2030.
Aklamasi tersebut menjadi salah satu gambaran kuat bagaimana semangat persaudaraan masih menjadi bagian penting dalam perjalanan organisasi KKPJ.

Keputusan memilih Muhlisin lahir setelah forum menyelesaikan rangkaian agenda dan persidangan Mubeslub. Dari proses tersebut, forum akhirnya menemukan satu titik temu untuk memberikan kepercayaan kepada Muhlisin sebagai nahkoda baru organisasi.
Sebelum memasuki agenda pemilihan, Mubeslub berlangsung dengan nuansa kekeluargaan. Peserta mengikuti registrasi dan verifikasi kehadiran, kemudian pembukaan diisi dengan Lagu Indonesia Raya dan Mars KKPJ yang dipuisuatkan di gedung BLK Ternate, Minggu (06/09/2026).
Seni budaya juga mendapat ruang dalam forum organisasi tersebut. Dongeng anak “Rukun Agawe Santosa” yang dipersembahkan Sanggar Seni Panca Manggala di bawah asuhan Mr. Mblox Wong AG menjadi salah satu penampilan pembuka.
Penampilan Jurus Tunggal dari PSHT Maluku Utara serta pemutaran dokumenter “Perjalanan KKPJ 2017–2026” turut menghidupkan suasana.
Pesan yang muncul dari rangkaian kegiatan tersebut cukup jelas: KKPJ dibangun bukan semata untuk menjadi tempat berkumpul, melainkan sebagai ruang untuk merawat persaudaraan dan kebudayaan masyarakat Jawa yang hidup di Kota Ternate.
Mubeslub kemudian memasuki agenda inti setelah sambutan Ketua Panitia Pelaksana H. Hendra Kristiawan, Plt. Ketua Umum KKPJ Wiwik Puji Utami, S.Pd., I.S.E, serta Ketua Dewan Pembina dan Pengawas KKPJ Ir. Daryanto, ST., MT., IPM.
Setelah seluruh proses persidangan dilalui, forum menetapkan Muhlisin sebagai ketua umum melalui aklamasi.
Bagi KKPJ, keputusan tersebut bukan hanya soal pergantian jabatan. Aklamasi sekaligus menjadi amanah untuk memastikan organisasi tetap mampu mempertemukan berbagai gagasan, menjaga kekeluargaan, dan menghadapi perubahan tanpa kehilangan jati diri.
Terlebih, KKPJ telah memiliki perjalanan organisasi sejak 2017. Dokumentasi perjalanan yang ditampilkan dalam Mubeslub menjadi pengingat atas sejarah yang telah dilalui sekaligus pijakan untuk menatap masa depan.
Setelah terpilih, Muhlisin bersama kepengurusan baru kemudian mengikuti prosesi pengukuhan dan pelantikan Pengurus Harian KKPJ Kota Ternate Masa Bakti 2026–2030.
Prosesi tersebut ditandai dengan pembacaan keputusan DPPO, pengambilan sumpah, pengukuhan pengurus, penandatanganan berita acara, serta serah terima dokumen kepengurusan.
Tongkat estafet pun resmi berpindah.
Namun, pekerjaan kepengurusan baru justru baru dimulai. Semangat guyub, rukun dan saduluran yang selama ini menjadi nilai penting KKPJ harus diterjemahkan ke dalam kerja organisasi dan kehidupan sosial warga.
Muhlisin kini memiliki tugas untuk membawa KKPJ melewati periode 2026–2030 dengan tetap menjaga akar budaya sekaligus membuka ruang bagi perkembangan organisasi.
Pesan itu kembali terasa ketika Mubeslub ditutup dengan Tari Jaranan Turonggo Yakso dari Sanggar Seni Panca Manggala.
Setelah persidangan selesai, keputusan ditetapkan dan kepemimpinan berganti, yang tersisa adalah satu hal yang menjadi dasar berdirinya KKPJ: persaudaraan.
Dan dari semangat itulah perjalanan KKPJ Kota Ternate bersama Muhlisin sebagai ketua umum baru resmi dimulai. (Arf)






Tinggalkan Balasan