
TERNATE, INITIMES – Pemerintah Provinsi Maluku Utara terus mendorong peningkatan pendapatan dan kesejahteraan nelayan melalui program bantuan sarana penangkapan ikan.
Terbaru, sebanyak 20 unit mesin tempel 15 PK disalurkan kepada nelayan pada Sabtu (29/8/2026). Bantuan tersebut terdiri dari 13 unit untuk nelayan Halmahera Timur, lima unit untuk Pulau Morotai, satu unit untuk Tidore Kepulauan, dan satu unit untuk Halmahera Barat.
Kepala Dinas Perikanan Provinsi Maluku Utara, Kadri Laetje, mengatakan bantuan mesin merupakan bagian dari program prioritas Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, untuk meningkatkan produktivitas dan pendapatan nelayan.
“Ini masuk dalam kategori program prioritas Gubernur dalam rangka meningkatkan ekonomi nelayan, pendapatan nelayan, dan tujuan akhirnya adalah kesejahteraan masyarakat nelayan,” kata Kadri.
Dengan penyaluran tersebut, total bantuan mesin yang telah disalurkan melalui APBD induk 2026 mencapai sekitar 438 unit. Penyaluran dilakukan secara bertahap kepada nelayan di berbagai kabupaten/kota di Maluku Utara.
Namun, program tersebut tidak berhenti pada 438 unit. Pemprov Malut menargetkan 1.000 unit mesin tempel dapat disalurkan sepanjang 2026.
Untuk memenuhi target itu, pemerintah daerah menyiapkan tambahan sekitar 562 unit mesin melalui APBD Perubahan 2026.
Kadri memastikan bantuan akan diarahkan kepada nelayan di seluruh kabupaten/kota dengan distribusi yang diupayakan merata.
Terintegrasi dengan KUR
Program bantuan mesin juga dikaitkan dengan skema Kredit Usaha Rakyat (KUR). Pemprov Malut menggandeng perbankan, di antaranya BRI dan Bank Mandiri, untuk membantu nelayan dalam pembiayaan pembangunan armada.
Nelayan yang memenuhi persyaratan mengajukan KUR melalui perbankan. Setelah proses pencairan dan pembangunan kapal selesai, Dinas Perikanan kemudian menyalurkan mesin yang telah disiapkan pemerintah.
Menurut Kadri, antusiasme nelayan cukup tinggi. Bahkan, lebih dari 1.000 nelayan disebut telah mendaftar untuk mendapatkan pembiayaan KUR.
Ia menilai keseriusan nelayan juga terlihat dari penerima bantuan yang datang ke Ternate dengan biaya sendiri untuk mengambil mesin.
“Mereka datang ke Ternate mengambil mesin dengan biaya sendiri. Ini pertanda keseriusan dan keaktifan mereka. Mereka memang ingin melaut dan betul-betul nelayan,” ujarnya.
Dorong Produksi Tuna
Kadri menyebut sebagian besar penerima bantuan merupakan nelayan yang berorientasi pada penangkapan ikan tuna, komoditas perikanan bernilai ekonomi tinggi dan memiliki pasar ekspor.
Selain tuna, armada tersebut dapat digunakan untuk menangkap ikan dasar saat musim paceklik maupun mendukung usaha budidaya rumput laut.
Pemprov Malut berharap bantuan mesin dan armada dapat meningkatkan aktivitas melaut, produksi perikanan, sekaligus menggerakkan ekonomi di tingkat kampung.
“Kalau hasil tangkapan mereka mampu dijual di kampung masing-masing, itu sudah sangat berharga bagi kami. Anak-anak di kampung juga membutuhkan ikan,” kata Kadri.
Pemprov Malut menargetkan sinergi bantuan mesin, pembiayaan KUR, dan akses pasar dapat memperkuat usaha nelayan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir di seluruh Maluku Utara.






Tinggalkan Balasan