
KENDARI, INITIMES – Lahan yang sebelumnya tidak produktif kini menghasilkan. Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Kelas III Kendari memanen singkong hasil program pembinaan kemandirian warga binaan, Rabu (30/09/2026).
Kegiatan yang berlangsung di lahan Lapas tersebut menjadi bagian dari upaya mendukung program ketahanan pangan nasional sekaligus Program Aksi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan. Panen dipimpin langsung oleh Kepala Lapas Perempuan Kendari, Agustina, didampingi pejabat struktural, jajaran Seksi Pembinaan, serta warga binaan yang mengikuti program pembinaan kemandirian bidang pertanian.
Agustina mengatakan, pemanfaatan lahan tidur menjadi lahan produktif tidak hanya memberikan manfaat secara ekonomi, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran bagi warga binaan.
“Hari ini kita melaksanakan panen singkong yang ditanam beberapa bulan lalu oleh warga binaan. Ini bukan hanya tentang hasil panen, tetapi tentang proses pembinaan. Kita ingin membekali mereka dengan keterampilan yang bisa mereka manfaatkan saat kembali ke masyarakat nanti. Selain itu, ini juga mendukung program ketahanan pangan pemerintah,” ujar Agustina.
Singkong yang dipanen merupakan hasil dari program pembinaan kemandirian bidang pertanian yang dikelola secara mandiri oleh warga binaan dengan pendampingan petugas Lapas. Melalui program tersebut, lahan yang sebelumnya tidak produktif dioptimalkan menjadi kebun yang menghasilkan.
Hasil panen selanjutnya akan dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan dapur Lapas. Sebagian lainnya akan diolah menjadi produk makanan olahan yang dikerjakan oleh warga binaan sebagai bagian dari pengembangan keterampilan dan kreativitas mereka.
Salah seorang warga binaan berinisial K mengaku senang dapat terlibat langsung dalam kegiatan pertanian tersebut. Menurutnya, program ini memberikan pengalaman baru yang dapat menjadi bekal setelah menyelesaikan masa pembinaan.
“Kami senang dilibatkan dalam kegiatan ini. Kami belajar cara menanam, merawat, sampai panen. Semoga keterampilan ini bisa kami gunakan setelah bebas nanti,” ungkapnya.
Kegiatan panen singkong tersebut menjadi salah satu bentuk nyata komitmen Lapas Perempuan Kendari dalam mengoptimalkan pembinaan kemandirian yang produktif, kreatif, dan berdaya guna.
Melalui pemanfaatan lahan secara optimal dan pelibatan langsung warga binaan dalam proses pertanian, Lapas Perempuan Kendari terus mendorong terwujudnya pembinaan yang tidak hanya menghasilkan produk, tetapi juga membentuk keterampilan dan kemandirian sebagai bekal warga binaan untuk kembali ke tengah masyarakat.








Tinggalkan Balasan