TERNATE, INITIMES – Memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-98, Pimpinan Daerah Angkatan Muda Partai Golkar (PD AMPG) Maluku Utara memilih merayakannya dengan cara yang berbeda. Tidak sekadar menjadi seremoni tahunan, momentum kepemudaan ini diisi dengan kegiatan yang menggabungkan penghormatan terhadap sejarah perjuangan bangsa dan aksi nyata kepedulian kepada masyarakat.

Rangkaian kegiatan diawali dengan ziarah ke makam Sultan Baabullah yang berlokasi di Kelurahan Foramadiyahi, Kota Ternate. Ziarah tersebut menjadi agenda pertama yang dilaksanakan bersama Ketua DPD Partai Golkar Kota Ternate terpilih, Ardian Idhan, beserta jajaran, serta Ketua PD AMPG Kota Ternate, Afrizal Maulana.

Ketua PD AMPG Maluku Utara, Fitrah Akbar M., mengatakan bahwa ziarah makam Sultan Baabullah merupakan bagian dari upaya mendekatkan generasi muda dengan sejarah dan tokoh-tokoh besar yang pernah memberikan kontribusi penting bagi tanah Maluku Utara.

Menurutnya, Sultan Baabullah bukan hanya sosok pemimpin dalam catatan sejarah, tetapi juga representasi keberanian dan semangat perjuangan anak muda dalam mempertahankan kedaulatan tanah air. Keberhasilan Sultan Baabullah mengusir Portugis menjadi salah satu warisan sejarah yang patut dikenalkan dan terus diingat oleh generasi penerus.

“Anak muda hari ini perlu mengenal sejarah daerahnya sendiri. Kita memiliki tokoh besar seperti Sultan Baabullah yang telah menunjukkan bahwa pemuda memiliki peran penting dalam menentukan arah sejarah. Semangat keberanian, persatuan, dan perjuangan beliau harus menjadi inspirasi bagi generasi muda Maluku Utara,” ungkap Fitrah.

Ia menambahkan, semangat Sumpah Pemuda harus diterjemahkan lebih luas daripada sekadar mengenang peristiwa 28 Oktober 1928. Nilai-nilai persatuan dan perjuangan harus diwujudkan melalui kontribusi nyata, baik dalam menjaga identitas sejarah maupun mengambil bagian dalam kehidupan sosial masyarakat.

Setelah melakukan ziarah, kegiatan dilanjutkan dengan aksi berbagi makan siang gratis di kawasan belakang Benteng Oranje, Kota Ternate. Dalam kegiatan tersebut, PD AMPG Maluku Utara membagikan makanan kepada para tukang ojek, sopir angkutan umum, dan masyarakat yang berada di sekitar lokasi.

Aksi berbagi ini menjadi bentuk kepedulian AMPG terhadap masyarakat, khususnya mereka yang setiap hari bekerja dan beraktivitas untuk memenuhi kebutuhan hidup. Bagi AMPG, semangat kepemudaan juga harus tercermin dari kepekaan terhadap kondisi sosial dan kesediaan untuk hadir membantu sesama.

Fitrah menyebutkan, kegiatan berbagi makan siang gratis tersebut sekaligus menjadi bentuk dukungan terhadap program pemerintah Makan Bergizi Gratis (MBG). Ia berharap gerakan kepedulian seperti ini dapat menumbuhkan semangat gotong royong dan budaya berbagi di tengah masyarakat.

“Semangat pemuda tidak boleh berhenti pada gagasan dan slogan. Pemuda harus mampu hadir di tengah masyarakat, melihat kebutuhan di sekitarnya, dan melakukan sesuatu yang bermanfaat. Melalui kegiatan ini, kami ingin merawat nilai sejarah sekaligus membangun kepedulian sosial,” jelasnya.

Melalui dua kegiatan tersebut, PD AMPG Maluku Utara ingin menyampaikan bahwa memaknai Sumpah Pemuda dapat dilakukan melalui berbagai cara. Mengenang perjuangan para pendahulu merupakan bagian dari menjaga identitas dan jati diri, sementara berbagi dengan masyarakat adalah wujud nyata dari semangat persatuan dan kepedulian.

Peringatan Sumpah Pemuda ke-98 ini pun diharapkan menjadi pengingat bahwa generasi muda Maluku Utara memiliki tanggung jawab untuk tidak hanya menjadi penonton perubahan, tetapi turut mengambil peran dalam menjaga warisan sejarah, memperkuat persatuan, serta menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat dan daerah.