“Masuk Napi Keluar Santri”, Kakanwil Ditjenpas Sulbar Apresiasi Pegawai Lapas Polewali Melaju ke Final MTQ Nasional
Bagikan
“Masuk Napi Keluar Santri”, Kakanwil Ditjenpas Sulbar Apresiasi Pegawai Lapas Polewali Melaju ke Final MTQ Nasional
Initimes
Agustus 28, 2026 8:04 am
Kepala Kantor Wilayah Ditjenpas Sulawesi Barat, Drs. Said Mahdar, S.H., M.H
MAMUJU, INITIMES – Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Sulawesi Barat, Drs. Said Mahdar, S.H., M.H., mengapresiasi prestasi Muh. Fadhil Taswin, pegawai Lapas Kelas IIB Polewali, yang berhasil melaju ke babak final cabang Hafalan 7 Surah Pilihan pada MTQ VIII KORPRI Tingkat Nasional Tahun 2026 di Makassar.
Prestasi tersebut menjadi kebanggaan bagi jajaran Pemasyarakatan Sulawesi Barat. Keberhasilan Fadhil dinilai tidak hanya membawa nama baik Lapas Kelas IIB Polewali dan Kanwil Ditjenpas Sulbar, tetapi juga sejalan dengan semangat pembinaan keagamaan yang terus dikembangkan di lingkungan Pemasyarakatan.
Kakanwil Ditjenpas Sulbar Said Mahdar mengatakan, capaian yang diraih Fadhil merupakan bukti bahwa lingkungan Pemasyarakatan dapat menjadi ruang bagi setiap individu untuk mengembangkan potensi dan meraih prestasi, termasuk dalam bidang keagamaan.
“Prestasi Saudara Fadhil ini bukan hanya menjadi kebanggaan bagi Lapas Polewali dan Kanwil Ditjenpas Sulbar, tetapi juga sejalan dengan semangat kita dalam menyukseskan program Masuk Napi Keluar Santri. Penguatan nilai-nilai keagamaan harus terus kita dorong dan kembangkan,” ujar Said Mahdar.
Muh. Fadhil Taswin
Menurutnya, keberhasilan tersebut turut mendukung program “Masuk Napi Keluar Santri”, yang menjadi salah satu komitmen Kanwil Ditjenpas Sulawesi Barat dalam memperkuat pembinaan keagamaan, karakter, serta nilai-nilai positif di lingkungan Pemasyarakatan.
Program tersebut diharapkan mampu memberikan pembinaan yang tidak hanya berorientasi pada aspek pemulihan dan pembinaan kepribadian, tetapi juga mendorong warga binaan maupun jajaran Pemasyarakatan untuk mengembangkan potensi melalui kegiatan keagamaan.
Said Mahdar menilai, capaian Fadhil dapat menjadi contoh sekaligus motivasi bagi jajaran Pemasyarakatan maupun warga binaan untuk terus mengembangkan kemampuan dan meraih prestasi.
“Keberhasilan Fadhil menunjukkan bahwa lingkungan Pemasyarakatan dapat menjadi ruang untuk mengembangkan potensi dan meraih prestasi, khususnya dalam bidang keagamaan. Semangat tersebut diharapkan dapat menjadi contoh dan motivasi, baik bagi jajaran maupun warga binaan,” katanya.
Keberhasilan Muh. Fadhil Taswin melaju ke babak final MTQ VIII KORPRI Tingkat Nasional Tahun 2026 di Makassar sekaligus menjadi gambaran bahwa pembinaan nilai-nilai keagamaan di lingkungan Pemasyarakatan dapat melahirkan sumber daya manusia yang berprestasi dan memberikan kontribusi positif bagi institusi maupun masyarakat.
Prestasi Fadhil diharapkan menjadi momentum untuk semakin memperkuat pembinaan keagamaan serta mewujudkan semangat “Masuk Napi Keluar Santri” di lingkungan Pemasyarakatan Sulawesi Barat.
Tinggalkan Balasan