KENDARI, INIRIMES – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas III Kendari terus memperkuat komitmennya dalam mendukung program ketahanan pangan nasional. Salah satunya melalui pemanfaatan lahan kosong menjadi area pertanian produktif dengan menanam bibit kangkung yang melibatkan petugas dan warga binaan.

Kegiatan penaburan bibit kangkung tersebut dilaksanakan pada Jumat (2/10/2026), dipimpin langsung oleh Kepala Lapas Perempuan Kelas III Kendari, Agustina, bersama jajaran pejabat struktural dan staf.

Lahan yang sebelumnya tidak produktif atau idle itu kini mulai diolah menjadi area pertanian melalui program pembinaan kemandirian di bidang pertanian. Selain mendukung ketahanan pangan, kegiatan ini juga menjadi sarana bagi warga binaan untuk mengembangkan keterampilan yang bermanfaat.

Kepala Lapas Perempuan Kelas III Kendari, Agustina, mengatakan penanaman kangkung merupakan tindak lanjut dari 15 Program Aksi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, khususnya poin kedelapan tentang kemandirian pangan melalui sektor pertanian.

“Hari ini kami melaksanakan penaburan bibit kangkung di lahan kosong Lapas Perempuan Kendari. Ini adalah wujud nyata kami dalam memanfaatkan lahan yang sebelumnya tidak produktif menjadi lahan yang produktif dan bernilai ekonomis,” ujar Agustina.

Menurutnya, kangkung dipilih karena memiliki masa panen relatif singkat, mudah dalam perawatan, serta dapat memberikan manfaat langsung bagi kebutuhan Lapas. Hasil panen nantinya diharapkan dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan dapur sekaligus menjadi bagian dari proses pembinaan keterampilan warga binaan.

Agustina menegaskan, kegiatan pertanian tersebut tidak sekadar berorientasi pada hasil panen, tetapi juga menjadi bagian dari pembinaan kemandirian yang berkelanjutan. Melalui program ini, warga binaan dilibatkan secara langsung dalam setiap tahapan pertanian, mulai dari pengolahan lahan, penaburan bibit, perawatan tanaman hingga proses panen.

Sementara itu, salah satu warga binaan berinisial N mengaku senang dapat terlibat dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, program pembinaan pertanian memberikan kesempatan bagi warga binaan untuk tetap produktif, berkarya, dan memperoleh keterampilan baru selama menjalani masa pembinaan.

“Kegiatan ini membuat kami lebih produktif. Walaupun saat ini berada di dalam Lapas, kami masih bisa berkarya. Ilmu ini akan saya bawa pulang untuk usaha kecil-kecilan di rumah nanti,” ungkapnya.

Melalui kegiatan ini, Lapas Perempuan Kelas III Kendari berharap pemanfaatan lahan kosong dapat terus dikembangkan menjadi area pertanian produktif yang memberikan manfaat nyata. Selain mendukung kebutuhan pangan Lapas, program tersebut diharapkan mampu membekali warga binaan dengan keterampilan yang dapat dimanfaatkan sebagai modal untuk membangun usaha dan menjalani kehidupan yang lebih mandiri setelah kembali ke masyarakat.