
KENDARI, INITIMES – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas III Kendari memperkuat sinergi dengan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Kendari guna meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi situasi darurat dan bencana. Koordinasi yang berlangsung pada Senin (26/10/2026) ini menjadi langkah strategis dalam mendukung keselamatan petugas maupun Warga Binaan.
Koordinasi tersebut tidak hanya bertujuan mempererat hubungan kelembagaan, tetapi juga memperkuat komunikasi dan pemahaman bersama terkait keselamatan, penanganan keadaan darurat, serta kesiapsiagaan bencana di lingkungan pemasyarakatan.
Kepala Basarnas Kendari, Amiruddin, AS., S.Sos., menyambut baik koordinasi yang dilakukan Lapas Perempuan Kelas III Kendari. Ia menyatakan komitmennya untuk mendukung peningkatan pemahaman mengenai keselamatan dan penanganan situasi darurat di lingkungan Lapas.
Dukungan tersebut mencakup pertukaran informasi serta koordinasi mengenai langkah-langkah yang perlu dilakukan dalam menghadapi keadaan darurat maupun bencana alam.
Menurut Amiruddin, pemahaman mengenai keselamatan dan penyelamatan diri merupakan hal penting bagi setiap individu, termasuk Warga Binaan yang sedang menjalani masa pidana di dalam Lembaga Pemasyarakatan.
Keterbatasan ruang gerak, kata dia, tidak seharusnya menjadi penghalang bagi Warga Binaan untuk memperoleh informasi dan pengetahuan yang bermanfaat. Pemahaman tentang pertolongan pertama, penyelamatan diri, serta prosedur menghadapi situasi darurat dapat menjadi bekal penting dalam menciptakan lingkungan yang lebih aman dan tanggap.
Ia juga mengapresiasi langkah koordinasi tersebut karena dinilai mampu memperluas komunikasi antarlembaga sekaligus memperkuat kesiapsiagaan keselamatan di lingkungan yang memiliki karakteristik khusus seperti Lapas.
Sementara itu, Kepala Lapas Perempuan Kelas III Kendari, Agustina, menyampaikan apresiasi atas sambutan positif dan dukungan yang diberikan Kepala Basarnas Kendari.
Menurut Agustina, koordinasi ini sejalan dengan upaya Lapas dalam meningkatkan kualitas pembinaan sekaligus mewujudkan lingkungan pemasyarakatan yang aman, tertib, dan tanggap terhadap berbagai kemungkinan situasi darurat.
Ia berharap sinergi yang terbangun dapat terus berlanjut, sehingga petugas maupun Warga Binaan memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai langkah-langkah keselamatan dan penanganan keadaan darurat.
Melalui koordinasi tersebut, Lapas Perempuan Kelas III Kendari dan Basarnas Kendari berkomitmen memperkuat komunikasi serta kerja sama kelembagaan dalam mendukung keselamatan dan kesiapsiagaan bencana.
Pertemuan berlangsung dalam suasana penuh keakraban. Sinergi ini diharapkan menjadi langkah awal dalam membangun lingkungan pemasyarakatan yang semakin aman, tanggap, dan berorientasi pada peningkatan kualitas pembinaan Warga Binaan.







Tinggalkan Balasan