Bukan Sekadar Gedung, Kantor Demokrat Malut Menyimpan Jejak Pengabdian dan Kebersamaan Kader

TERNATE, INITIME- Sebuah gedung permanen di kawasan Maliaro Puncak, Kecamatan Ternate Tengah, Kota Ternate, kini menjadi bagian baru dari perjalanan Partai Demokrat di Maluku Utara. Namun, kehadiran kantor tersebut bukan sekadar tentang berdirinya sebuah bangunan. Di baliknya, tersimpan cerita tentang perjuangan, kebersamaan, dan komitmen membangun fondasi organisasi untuk masa depan.

Senin, 2 Oktober 2026, Sekretaris Jenderal DPP Partai Demokrat, Dr. Ir. H. E. Herman Khaeron, M.Si., didampingi Wakil Sekjen DPP Partai Demokrat, Agust Jovan Latuconsina, M.Si. (Han), M.A., meresmikan kantor permanen DPD Partai Demokrat Provinsi Maluku Utara.

Peresmian ini menjadi momentum penting dalam perjalanan konsolidasi partai berlambang mercy tersebut. Sekaligus menjadi salah satu persembahan Ketua DPD Demokrat Maluku Utara, Dr. M. Rahmi Husen, di penghujung masa kepemimpinannya.

Bagi Rahmi, kantor permanen ini bukan semata pencapaian pembangunan fisik. Lebih dari itu, gedung tersebut merupakan investasi kelembagaan agar Demokrat Maluku Utara memiliki rumah organisasi yang representatif, dapat digunakan lintas kepengurusan, dan menjadi pusat aktivitas politik maupun pengabdian kepada masyarakat.

Pesan serupa disampaikan Herman Khaeron. Ia mengingatkan bahwa kekuatan partai tidak cukup hanya dibangun melalui struktur kepengurusan, tetapi harus ditopang soliditas kader, kerja nyata, serta konsolidasi yang berkesinambungan.

Menurutnya, kantor partai jangan hanya menjadi tempat mengurus administrasi dan menyimpan dokumen. Gedung itu harus dihidupkan melalui berbagai kegiatan positif, menjadi pusat perumusan gagasan, sekaligus ruang terbuka bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi dan kritik yang membangun.

Sejalan dengan arahan Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), kantor partai harus benar-benar menjadi rumah aspirasi masyarakat. Herman bahkan mendorong seluruh ketua DPC Demokrat di kabupaten/kota agar mengikuti langkah penguatan infrastruktur organisasi dengan menghadirkan kantor permanen di wilayah masing-masing.

Di balik peresmian gedung baru itu, ada pula cerita kebersamaan yang menjadi bagian dari perjalanan Demokrat Maluku Utara.

Rahmi Husen secara khusus menyampaikan apresiasi kepada Wakil Wali Kota Ternate, Nasri Abubakar, yang juga menjabat Bendahara DPD Demokrat Maluku Utara. Nasri memiliki kontribusi tersendiri ketika Demokrat Maluku Utara belum memiliki kantor permanen.

Saat itu, Nasri dengan penuh kepedulian meminjamkan rumah pribadinya secara gratis untuk digunakan sebagai kantor DPD Demokrat Maluku Utara. Dukungan tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga keberlangsungan aktivitas organisasi hingga akhirnya partai memiliki gedung sendiri.

Bagi Rahmi, bantuan itu bukan sekadar persoalan fasilitas, melainkan wujud nyata kepedulian seorang kader terhadap perjalanan dan masa depan partai.

Ia berharap semangat kebersamaan, pengorbanan, dan kepedulian antarkader seperti yang ditunjukkan Nasri terus terpelihara. Sebab, membesarkan partai bukan hanya tanggung jawab seorang ketua atau pengurus tertentu, melainkan hasil kerja bersama seluruh kader.

Kini, di penghujung masa kepemimpinan Rahmi Husen, kantor permanen di Maliaro Puncak menjadi salah satu jejak kelembagaan yang ditinggalkan. Sebuah fondasi yang diharapkan dapat diteruskan dan dimanfaatkan oleh kepengurusan berikutnya.

Dengan kepengurusan DPD Demokrat Maluku Utara yang terdiri dari Rahmi Husen sebagai Ketua, Junaidi Badaruddin sebagai Sekretaris, dan Nasri Abubakar sebagai Bendahara, pekerjaan besar berikutnya adalah memastikan gedung tersebut tidak sekadar berdiri megah.

Sebab, pada akhirnya, nilai sebuah kantor partai tidak diukur dari bangunannya, melainkan dari seberapa hidup aktivitas di dalamnya, seberapa kuat kebersamaan kader yang menjaganya, dan seberapa besar manfaat yang dapat dirasakan masyarakat.

Dari rumah yang pernah dipinjamkan dengan tulus hingga gedung permanen yang kini berdiri, perjalanan Demokrat Maluku Utara mengajarkan bahwa membangun organisasi bukan hanya soal mendirikan bangunan, tetapi juga merawat kepercayaan, kebersamaan, dan pengabdian.