TERNATE, INITIMES – Pemerintah Provinsi Maluku Utara mendorong diversifikasi investasi melalui hilirisasi kelapa, penguatan sektor perikanan, dan pengembangan komoditas pangan. Langkah ini dilakukan untuk mengurangi ketergantungan ekonomi daerah terhadap industri pertambangan sekaligus membuka sumber pertumbuhan ekonomi baru yang lebih berkelanjutan.

Wakil Gubernur Maluku Utara, Sarbin Sehe, menyampaikan hal tersebut saat diwawancarai dalam kegiatan North Maluku’s Investment Business Forum 2026, Kamis (29/10/2026). Menurutnya, pengembangan sektor potensial di luar pertambangan perlu dipercepat agar struktur ekonomi Maluku Utara semakin beragam.

Sarbin menilai hilirisasi kelapa menjadi salah satu peluang investasi strategis, mengingat besarnya potensi komoditas perkebunan di Maluku Utara. Selain itu, sektor perikanan dan komoditas pangan juga perlu diperkuat untuk memperluas sumber pertumbuhan ekonomi daerah.

“Kita berharap tiga sampai empat tahun ke depan, kita tidak tergantung pada hilirisasi nikel atau tambang, tetapi sudah bergeser ke hilirisasi kelapa. Kita juga berharap ada percepatan di sektor perikanan dan komoditas pangan,” ujarnya.

Untuk merealisasikan target tersebut, Pemerintah Provinsi Maluku Utara bersama pemerintah kabupaten terus membuka ruang investasi dan menjajaki kerja sama dengan investor. Salah satu upaya yang disiapkan adalah pengembangan usaha perkebunan dan penguatan sektor pangan di Kabupaten Halmahera Tengah.

Sarbin mengungkapkan, pemerintah daerah telah menyiapkan lahan sekitar 80 hektare untuk mendukung pengembangan tersebut. Sejumlah pertemuan dengan investor juga telah dilakukan guna menjajaki peluang kerja sama agar potensi yang tersedia dapat dikembangkan menjadi kegiatan usaha konkret.

Selain sektor perkebunan, perikanan, dan pangan, pemerintah daerah turut menaruh perhatian pada pengembangan pariwisata. Sarbin menyebut Pulau Morotai dan Kepulauan Guraici sebagai destinasi yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan.

Namun, menurutnya, potensi wisata tersebut harus ditopang konektivitas transportasi yang memadai. Akses yang cepat, aman, nyaman, dan terjangkau menjadi faktor penting agar destinasi wisata Maluku Utara semakin mudah dijangkau oleh wisatawan.

Ia menegaskan, pengembangan pariwisata tidak cukup hanya mengandalkan keindahan alam. Dukungan infrastruktur transportasi, termasuk optimalisasi fasilitas penerbangan dan bandar udara di sejumlah wilayah, diperlukan untuk memperkuat akses menuju destinasi wisata.

“Konektivitas menjadi jawaban terhadap pengembangan pariwisata. Bagaimana orang menuju tempat pariwisata itu dengan cepat, aman, nyaman, dan murah,” katanya.

Melalui diversifikasi investasi di sektor kelapa, perikanan, komoditas pangan, dan pariwisata, Pemerintah Provinsi Maluku Utara berharap potensi ekonomi daerah dapat dimanfaatkan secara lebih optimal. Upaya ini diharapkan mampu mengurangi ketergantungan terhadap pertambangan sekaligus memperluas peluang usaha dan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

Sarbin juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota, dan investor agar berbagai peluang yang tersedia tidak berhenti pada tahap perencanaan, tetapi dapat diwujudkan menjadi investasi produktif yang memberikan manfaat jangka panjang bagi Maluku Utara.