
SOFIFI, INITIMES – Sepekan terakhir menjadi potret bagaimana Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda Laos, menjalankan aktivitasnya sebagai kepala daerah. Dari meninjau proyek strategis, menghadiri agenda kenegaraan, hingga menyapa masyarakat di pelosok, seluruh rangkaian kegiatannya memperlihatkan satu benang merah: memastikan pembangunan benar-benar dirasakan rakyat.
Jejak aktivitas itu pun dapat disaksikan masyarakat melalui akun media sosial resmi Sherly, @s_tjo, yang hampir setiap hari membagikan dokumentasi berbagai kunjungan lapangan dan interaksi bersama warga.
Pada Rabu, 1 Juli 2026, Sherly kembali meninjau pembangunan Sekolah Rakyat di Desa Rioribati. Di tengah suara alat berat dan para pekerja yang terus menyelesaikan pembangunan, ia memastikan proyek tersebut berjalan sesuai target.
Bagi Sherly, Sekolah Rakyat bukan sekadar membangun gedung baru, tetapi membuka akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu. Karena itu, pengawasan proyek dilakukan secara rutin setiap dua pekan agar kualitas pekerjaan tetap terjaga dan penyelesaiannya tepat waktu.
Di sela padatnya agenda pembangunan, Sherly juga menghadiri Upacara Hari Bhayangkara ke-80 di Sofifi sebagai bentuk dukungan terhadap sinergi pemerintah daerah dan Polri dalam menjaga stabilitas keamanan yang menjadi fondasi pembangunan Maluku Utara.
Usai menghadiri upacara, langkahnya kembali mengarah ke masyarakat.
Di sejumlah lokasi, Sherly turun langsung memverifikasi calon penerima program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). Ia ingin memastikan bantuan pemerintah benar-benar diterima oleh warga yang paling membutuhkan.
Dengan gaya bicaranya yang lugas, ia menyampaikan pesan yang mengundang tepuk tangan warga.
“Jangan sampai rumah ini diterima karena teman atau keluarga pejabat. Yang menerima harus benar-benar orang yang paling membutuhkan.”
Pernyataan itu menjadi penegasan bahwa program bantuan sosial harus dijalankan secara adil dan tepat sasaran.
Didampingi jajaran Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Maluku Utara, Sherly berdialog langsung dengan warga. Suasana yang semula serius berubah hangat ketika ia bercanda dengan sepasang suami istri penerima bantuan.
“Masih cinta sama suami?” tanyanya kepada sang istri.
Dengan wajah malu-malu, sang ibu menjawab singkat, “Cinta.”
Jawaban sederhana itu langsung disambut tawa warga. Sherly pun ikut tersenyum lebar, menghadirkan suasana akrab di tengah agenda pemerintahan.
Program RTLH sendiri menjadi salah satu upaya Pemerintah Provinsi Maluku Utara dalam memutus rantai kemiskinan. Sepanjang 2026, melalui Disperkim, pemerintah menargetkan pembangunan 1.200 unit rumah layak huni bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
Perjalanan Sherly berlanjut ke Kelurahan Kastela, Kecamatan Pulau Ternate. Di kampung yang mayoritas penduduknya bekerja sebagai nelayan itu, ia memilih duduk bersama warga, mendengar langsung berbagai kebutuhan mereka.
Masyarakat berharap kuota Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) dari Presiden melalui Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman dapat ditambah karena masih banyak keluarga yang membutuhkan rumah layak huni.
Dalam kunjungan itu, perhatian Sherly juga tertuju kepada seorang anak yang tidak lagi bersekolah. Dengan pendekatan yang hangat, ia mengajak anak tersebut agar kembali melanjutkan pendidikan melalui program Sekolah Rakyat.
Senyum yang terpancar dari wajah sang anak menjadi penutup sederhana dari rangkaian kunjungan tersebut—sebuah gambaran bahwa perhatian seorang pemimpin terkadang hadir melalui percakapan singkat yang mampu menumbuhkan harapan baru.
Sepekan aktivitas Sherly Tjoanda Laos memperlihatkan pola kepemimpinan yang konsisten: mengawasi pembangunan, memastikan bantuan tepat sasaran, mendengar langsung aspirasi masyarakat, sekaligus membuka akses pendidikan bagi anak-anak yang membutuhkan.
Bagi Sherly, pembangunan bukan hanya soal angka dalam laporan atau proyek yang selesai tepat waktu. Pembangunan adalah tentang hadir di tengah masyarakat, mendengar, melihat, lalu memastikan setiap kebijakan benar-benar menyentuh kehidupan warga Maluku Utara.








Tinggalkan Balasan