
TERNATE, INITIMES — Rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 Provinsi Maluku Utara tahun 2026 bakal semakin semarak dengan kehadiran Spice Island Triathlon, sebuah ajang olahraga yang memadukan renang, bersepeda dan lari dengan mengangkat sejarah serta potensi wisata Ternate sebagai bagian dari kawasan rempah dunia.
Event yang dijadwalkan berlangsung pada 31 Oktober 2026 tersebut menjadi salah satu agenda olahraga dalam rangkaian perayaan HUT ke-27 Maluku Utara. Tidak hanya menghadirkan kompetisi, Spice Island Triathlon juga dirancang sebagai ruang untuk memperkenalkan potensi sport tourism, sejarah, budaya dan ekonomi kreatif Maluku Utara.
Hal tersebut mengemuka dalam program Kanal Maluku Utara, yang menghadirkan sejumlah penggiat olahraga dan perwakilan dari Institut Teknologi Bandung (ITB) untuk membahas perkembangan olahraga lari di Ternate sekaligus persiapan penyelenggaraan Spice Island Triathlon.
Salah satu narasumber, Raf Sanjani Karim atau Raf, menceritakan perjalanan komunitas lari di Ternate yang dalam beberapa tahun terakhir mengalami perkembangan cukup pesat.
Menurut Raf, aktivitas berlari yang dahulu dianggap tidak biasa di jalanan Ternate kini telah berkembang menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat.
Pada masa awal, orang yang berlari di jalan sering kali dianggap sebagai atlet atau bahkan calon pendaftar TNI-Polri. Namun, perlahan persepsi tersebut berubah seiring semakin banyak masyarakat yang tertarik menjadikan lari sebagai aktivitas olahraga dan gaya hidup sehat.
Raf mengaku membangun komunitas lari melalui pendekatan sederhana dengan mengajak orang secara bertahap.
Strategi tersebut ia gambarkan sebagai upaya “culik satu per satu”, yakni mengajak satu orang untuk berlari, kemudian berkembang menjadi kelompok yang lebih besar.
Kolaborasi dengan sejumlah penggiat olahraga lainnya turut mempercepat perkembangan komunitas pelari di Ternate.
Kini, olahraga lari tidak hanya digemari anak muda, tetapi juga berbagai kelompok usia. Perkembangannya bahkan melahirkan ekosistem baru, mulai dari komunitas, jersey, sepatu khusus lari, kacamata olahraga hingga fotografer yang mengabadikan aktivitas para pelari.
Menurut Rafsan, perubahan tersebut juga berdampak pada gaya hidup anak muda.
Aktivitas olahraga mulai menjadi alternatif dari kebiasaan menghabiskan waktu dengan begadang atau kegiatan malam. Lari kemudian menjadi salah satu cara masyarakat menjaga kebugaran sekaligus mendapatkan suasana positif melalui pelepasan hormon endorfin.
Ternate Dipilih karena Sejarah Rempah dan Potensi Alam
Sementara itu, Alga Indria, perwakilan dari ITB sekaligus sosok yang dikenal sebagai vokalis grup The Panasdalam, menjelaskan bahwa Spice Island Triathlon merupakan hasil kolaborasi antara Ikatan Alumni ITB dengan Pemerintah Provinsi Maluku Utara.
Ternate dipilih sebagai lokasi penyelenggaraan karena memiliki kombinasi sejarah dan bentang alam yang kuat untuk dikembangkan sebagai destinasi sport tourism.
Ternate memiliki sejarah panjang sebagai salah satu pusat perdagangan rempah dunia. Jejak sejarah tersebut masih dapat ditemukan melalui berbagai peninggalan, termasuk Benteng Oranje, yang menjadi salah satu situs penting dalam sejarah perdagangan rempah di Maluku Utara.
Di sisi lain, kondisi geografis Ternate memberikan pengalaman tersendiri bagi peserta olahraga.
Gunung Gamalama menjadi latar alam di satu sisi, sementara laut mengelilingi pulau di sisi lainnya. Kondisi tersebut membuat rute mengelilingi Pulau Ternate memiliki daya tarik tersendiri bagi peserta.
“Ini bukan hanya soal olahraga. Ada sejarah, alam, dan potensi sport tourism yang bisa kita angkat,” kata Alga.
Renang 2 Kilometer, Sepeda 42 Kilometer dan Lari 21 Kilometer
Spice Island Triathlon akan menghadirkan tiga cabang olahraga utama, yakni renang, sepeda dan lari.
Peserta akan memulai perlombaan dari kawasan Pantai Falajawa. Untuk kategori utama, lintasan renang berbentuk segitiga dengan jarak hingga 2.000 meter.
Selanjutnya peserta akan melanjutkan perlombaan dengan sepeda mengelilingi Pulau Ternate sejauh 42 kilometer.
Rangkaian perlombaan kemudian ditutup dengan nomor lari sejauh 21 kilometer.
Selain kategori utama, peserta juga diberikan sejumlah pilihan jarak renang, yakni 2.000 meter, 1.500 meter dan 750 meter.
Panitia juga menyediakan kategori relay, sehingga peserta dapat mengikuti kompetisi secara beregu dengan pembagian nomor renang, sepeda dan lari.
Antusiasme terhadap event ini pun tidak hanya datang dari peserta lokal. Sejumlah peserta internasional, di antaranya dari Prancis dan Jepang, disebut telah menunjukkan ketertarikan untuk ambil bagian.
Kehadiran peserta dari berbagai daerah dan negara tersebut diharapkan semakin memperluas promosi Ternate dan Maluku Utara sebagai destinasi wisata berbasis olahraga.
Jadi Bagian Semarak HUT ke-27 Maluku Utara
Pelaksanaan Spice Island Triathlon pada 31 Oktober 2026 menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-27 Provinsi Maluku Utara.
Selain perlombaan, kegiatan tersebut juga akan diramaikan dengan festival, pameran dan bazar. Konsep ini membuat event tidak hanya berorientasi pada kompetisi olahraga, tetapi juga membuka ruang bagi promosi produk lokal, ekonomi kreatif, budaya dan pariwisata Maluku Utara.
Dengan konsep tersebut, perayaan HUT ke-27 Maluku Utara tidak hanya menjadi momentum seremonial, tetapi juga menghadirkan kegiatan yang mempertemukan olahraga dengan potensi daerah.
Masyarakat yang ingin mengikuti event ini dapat memperoleh informasi pendaftaran melalui itbtriathlon.com dan akun Instagram @itbtriathlon.
Spice Island Triathlon diharapkan menjadi salah satu momentum dalam rangkaian HUT ke-27 Maluku Utara untuk memperkenalkan Ternate kepada dunia—bukan hanya sebagai kota sejarah dan rempah, tetapi juga sebagai salah satu destinasi potensial bagi pengembangan sport tourism.
Perbincangan dalam Kanal Maluku Utara kemudian ditutup dengan suasana hangat yang mengangkat kebudayaan lokal Ternate, termasuk ungkapan syukur dofu-dovu atau cak jo, sebelum diakhiri dengan yel-yel IKA Undip.







Tinggalkan Balasan