TERNATE, INITIMES- Wakil Ketua II DPRD Provinsi Maluku Utara, Husni Bopeng, bersama Wakil Gubernur Maluku Utara, Sarbin Sehe, melakukan inspeksi mendadak (sidak) di panti sosial dibawah kendali Dinas Sosial, Senin (5/10/2026).

Sidak tersebut dilakukan untuk melihat secara langsung kondisi pelayanan, pembinaan, hingga pemenuhan kebutuhan anak-anak yang berada dalam pengasuhan negara.

Sejumlah panti yang dikunjungi di antaranya UPTD Panti Sosial Asuhan Anak Budi Sentosa, Rumah Sejahtera Ternate, serta Panti Sosial usia lanjut Himo-Himo.

Dalam kunjungan tersebut, Husni menyoroti pentingnya pola pembinaan dan pendampingan yang berkelanjutan bagi anak-anak yang tinggal di panti. Menurutnya, sebagian anak asuh memiliki persoalan keluarga sehingga membutuhkan lingkungan pengasuhan yang aman, nyaman, dan penuh perhatian.

Husni menegaskan, keberadaan pegawai dan tenaga pembina di panti tidak sebatas menjalankan tugas administratif. Mereka memiliki tanggung jawab besar untuk mendampingi, mendidik, dan memastikan anak-anak asuh dapat menyelesaikan pendidikan.

Karena itu, ia mempertanyakan mekanisme pembinaan apabila masih terdapat anak yang memilih keluar dari panti, tidak melanjutkan pendidikan, atau kembali kepada keluarga sebelum menyelesaikan masa pembinaan.

“Anak-anak ini dibiayai negara. Pegawainya juga dibiayai negara. Maka tugas pegawai adalah mendidik dan mendampingi anak-anak ini. Jangan sampai anak merasa tertekan atau kurang mendapatkan kasih sayang selama berada di panti,” kata Husni.

Minta Pola Pembinaan Dievaluasi

Husni meminta Dinas Sosial melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pola pendampingan anak di panti. Menurutnya, perhatian kepada anak tidak boleh hanya diberikan pada jam-jam tertentu, tetapi harus dilakukan secara konsisten.

Pendampingan itu mencakup pendidikan, kebutuhan sehari-hari, kesehatan, kedisiplinan, hingga persoalan sosial dan psikologis yang dihadapi anak.

Ia juga mengingatkan agar pendekatan terhadap anak tidak dilakukan semata-mata melalui tekanan maupun pembatasan. Komunikasi, nasihat, pendampingan, dan perhatian dinilai lebih penting dalam membangun rasa aman anak selama berada di panti.

Selain aspek pembinaan, Husni turut menyoroti pemenuhan kebutuhan dasar anak, seperti makanan, perlengkapan sekolah, serta aktivitas yang mendukung tumbuh kembang mereka.

Ia meminta agar keterbatasan anggaran maupun kebijakan efisiensi tidak berdampak pada pemenuhan kebutuhan anak asuh.

“Kalau memang kurang anggaran, sampaikan kekurangannya berapa. Kita perlu tahu apakah kekurangannya untuk makanan, kebutuhan sekolah, atau kebutuhan lainnya. Jangan sampai karena efisiensi, anak-anak yang dikorbankan,” ujarnya.

Menurut Husni, keterbukaan mengenai kebutuhan anggaran penting agar DPRD dapat mengetahui kondisi riil di lapangan dan menjadikannya sebagai bahan pertimbangan dalam pembahasan anggaran daerah.

DPRD Minta Anak Dijamin Sampai Pendidikan Selesai

Husni juga meminta pengawasan terhadap anak dilakukan secara lebih serius, termasuk dalam aspek pendidikan, kesehatan, kedisiplinan, serta kebiasaan sehari-hari.

Ia menilai setiap anak yang berada di bawah pengasuhan negara harus mendapatkan lingkungan yang aman dan dukungan yang memadai hingga mampu menyelesaikan pendidikan serta mempersiapkan masa depannya.

“Kita sengaja datang dan mampir di beberapa panti untuk melihat kondisi secara langsung, karena banyak persoalan yang harus kita lihat bersama. Anak-anak ini adalah tanggung jawab kita bersama dan mereka harus mendapatkan pelayanan serta pembinaan yang layak,” kata Husni.

Ia berharap hasil sidak tersebut menjadi bahan evaluasi bagi Dinas Sosial Provinsi Maluku Utara untuk memperbaiki sistem pelayanan, pembinaan, pengawasan, serta pemenuhan kebutuhan anak asuh.

Pemerintah daerah dan DPRD, lanjutnya, perlu memastikan tidak ada anak yang merasa terabaikan selama berada di panti.

Sebab, selain memenuhi kebutuhan dasar, negara juga memiliki tanggung jawab untuk memastikan anak-anak tersebut memperoleh pendidikan yang layak, lingkungan pengasuhan yang aman, serta pendampingan yang dapat membantu mereka memiliki masa depan yang lebih baik.