
SOFIFI, INITMES — Setelah 20 tahun menanti, warga Pulau Makian akhirnya mendapat janji baru. Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda menargetkan pembangunan jalan lingkar Pulau Makian sepanjang 20 kilometer dapat dituntaskan dalam waktu tiga tahun.
Janji itu disampaikan Sherly saat bertemu langsung dengan masyarakat Desa Dauri, Kecamatan Pulau Makian, Kabupaten Halmahera Selatan, Rabu (23/9/2026).
Di hadapan warga, Sherly menyinggung panjangnya penantian masyarakat terhadap pembangunan jalan lingkar yang selama dua dekade belum juga tuntas.
“20 tahun, berapa tahun? 20 tahun yang bawa saya ke sini siapa? Jadi ingat-ingat sudah nanti pada waktunya. Kan 20 tahun tunggu jalan lingkar Makeang 20 kilo saya bereskan 3 tahun,” tegas Sherly.
Pernyataan tersebut langsung disambut tepuk tangan warga.
Pertemuan itu tidak hanya membahas jalan lingkar. Warga memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menyampaikan sejumlah persoalan yang selama ini mereka hadapi, mulai dari jalan, jembatan, fasilitas olahraga, akses perkebunan hingga pendidikan.
Lapangan Bola hingga Jalan Rusak
Salah satu aspirasi datang dari pemuda Desa Dauri yang mengeluhkan kondisi lapangan sepak bola. Permukaan lapangan disebut tidak rata dan bergelombang sehingga mengganggu aktivitas olahraga.
“Kami dari pemuda Desa Dauri hanya minta satu, lapangan sepak bola itu kondisinya naik turun. Ketika tendang bola kadang tidak boleh karena memang miring. Harapan kami kasih rata lapangan,” ujar perwakilan pemuda.
Mendengar keluhan tersebut, Sherly langsung meminta Kepala Dinas PUPR Maluku Utara Risman Iriyanto Djafar untuk melihat kondisi lapangan.
Ia bahkan meminta warga menjalankan fungsi kontrol terhadap pembangunan infrastruktur yang dikerjakan pemerintah.
“Oke kasih rata lapangan. Pak Dewan bilang Kadis PUPR sini. Jangan jauh-jauh bapak dulu, kursi saya juga di sini,” ujar Sherly.
Sherly juga meminta masyarakat melaporkan jika menemukan kualitas pekerjaan jalan yang tidak sesuai.
“Kalau aspalnya kurang bagus lapor di TikTok, bapaknya mau jawab,” katanya.
Petani Pala Minta Jalan Tani
Persoalan lain datang dari sektor pertanian. Mayoritas masyarakat Desa Dauri disebut menggantungkan kehidupan dari perkebunan pala.
Namun, keterbatasan jalan tani membuat petani kesulitan mengakses kebun, terutama ketika harus membawa air untuk kebutuhan tanaman saat musim kemarau.
“Kami butuh jalan tani karena setiap saat siang malam kami siram tapi sarana jalan tani tidak mencukupi. Akhirnya tanaman pala kami jadi korban,” keluh warga.
Kebutuhan jalan tani yang disampaikan warga mencapai sekitar 2 kilometer, tersebar di enam titik. Kondisi geografis desa yang diapit sejumlah sungai membuat akses menuju kebun menjadi persoalan tersendiri.
Menanggapi aspirasi tersebut, Sherly menyatakan pembangunan jalan tani Desa Dauri akan dimasukkan dalam rencana pembangunan 2027.
“Oke saya bikin 2027 nanti, yang awal Jalan Tani Desa Dauri 2 kilo,” jawabnya.
Sekolah Swasta Ditawari Jadi Negeri
Aspirasi warga juga menyentuh sektor pendidikan.
Perwakilan yayasan SMA/MTs swasta di Pulau Makian menyampaikan keterbatasan anggaran operasional sekolah. Dengan jumlah siswa hanya 32 orang, sekolah disebut masih mengandalkan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS), sehingga ruang pengembangan sarana dan prasarana menjadi terbatas.
Sherly kemudian menawarkan opsi perubahan status sekolah menjadi negeri.
“Mau jadi negeri nggak? Kalau boleh mau negeri? Boleh. Mau jadi negeri?” tanya Sherly.
Tawaran tersebut mendapat sambutan dari warga yang berharap perubahan status sekolah dapat membuka peluang peningkatan fasilitas dan kualitas pendidikan di Pulau Makian.
Bukan Sekadar Jalan
Kunjungan Gubernur Sherly Tjoanda ke Pulau Makian memperlihatkan bahwa persoalan yang dihadapi masyarakat tidak hanya berkaitan dengan satu proyek infrastruktur.
Jalan lingkar, jalan tani, lapangan olahraga hingga status sekolah menjadi bagian dari aspirasi yang disampaikan langsung kepada pemerintah.
Kini, warga Pulau Makian tinggal menunggu bagaimana janji-janji tersebut diterjemahkan menjadi program dan pekerjaan nyata di lapangan—terutama target tiga tahun untuk menuntaskan jalan lingkar sepanjang 20 kilometer yang telah dinantikan selama dua dekade.







Tinggalkan Balasan