
TERNATE, INITIMES — Pagi itu, pesisir Pantai Tolire, Kelurahan Takome, Kecamatan Ternate Barat, bukan hanya menjadi tempat menikmati bentang alam. Di kawasan tersebut, peserta Camp Estuaria justru menutup perjalanan tiga hari mereka dengan memungut sampah plastik dan menanam mangrove.
Minggu, 23 Agustus 2026, puluhan tangan bergerak membersihkan pesisir. Pemuda Takome, masyarakat, dan sejumlah mahasiswa Universitas Khairun Ternate bersama-sama mengumpulkan sampah plastik yang berserakan di kawasan pantai.
Hasilnya, sebanyak 22 trash bag atau karung berukuran besar terisi sampah plastik. Pihak penyelenggara menyebut aksi tersebut berhasil mengangkat 99 persen sampah plastik di kawasan yang menjadi lokasi kegiatan.
Namun, kegiatan itu tidak berhenti pada membersihkan pantai.

Setelah sampah dikumpulkan, peserta melanjutkan aksi dengan menanam mangrove. Langkah tersebut menjadi simbol bahwa menjaga pesisir bukan sekadar membersihkan apa yang sudah tercemar, tetapi juga merawat ekosistem agar tetap hidup untuk masa depan.
Aksi bertajuk “Aksi untuk Bumi, Aksi untuk Masa Depan” ini merupakan bagian dari rangkaian Camp Estuaria yang diinisiasi Perkumpulan PakaTiva. Selama tiga hari, para peserta mengikuti kegiatan belajar sekaligus berwisata hutan di Pulo Tareba.
Direktur Perkumpulan PakaTiva, Zafira Daeng Barang, mengatakan kepedulian terhadap lingkungan tidak boleh berhenti sebagai wacana.
“Menjaga lingkungan tidak cukup hanya dengan kepedulian dalam bentuk wacana, tetapi harus diwujudkan melalui aksi bersama,” kata Zafira.
Menurut Zafira, penanaman mangrove memiliki peran penting dalam menjaga keberlangsungan ekosistem pesisir. Sementara aksi bersih pantai diharapkan menjadi momentum untuk membangun kesadaran masyarakat agar kawasan pesisir tidak dijadikan tempat membuang sampah.
Lebih dari sekadar kegiatan sehari, aksi di Pantai Tolire juga diharapkan menjadi awal dari gerakan yang lebih panjang.
Zafira berharap kegiatan serupa dapat berkembang menjadi gerakan bersama yang berkelanjutan dan tidak berhenti pada satu aksi.
“Kita ingin mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan. Satu langkah kecil hari ini bisa menjadi perubahan besar bagi bumi dan generasi yang akan datang,” ujarnya.
Semangat itu kemudian dirangkum Perkumpulan PakaTiva melalui pesan “Jaga Kampung, Rawat Budaya, Lestarikan Alam.”
Dari 22 karung sampah yang diangkat dari pesisir hingga bibit mangrove yang ditanam, Camp Estuaria meninggalkan satu pesan sederhana: menjaga bumi tidak harus dimulai dari langkah besar. Terkadang, perubahan cukup dimulai dari satu tangan yang mau memungut sampah, lalu mengajak tangan lainnya untuk melakukan hal yang sama. (red/tim)






Tinggalkan Balasan