KENDARI, INITIMES — Upaya memperkuat pembinaan keagamaan bagi warga binaan terus dilakukan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas III Kendari. Salah satunya melalui peresmian Rumah Qur’an An-Nisa, Selasa (13/10/2026), yang menjadi wadah pembelajaran Al-Qur’an sekaligus pembinaan karakter bagi 149 warga binaan.

Peresmian dilakukan oleh Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sulawesi Tenggara, Sulardi, didampingi jajaran pemasyarakatan. Kegiatan ini turut dihadiri perwakilan Kementerian Agama, Majelis Ulama Indonesia (MUI), penyuluh agama, mitra perbankan, insan media, serta keluarga warga binaan.

Suasana peresmian berlangsung khidmat, diawali dengan penampilan tim qasidah dari warga binaan. Penampilan tersebut menjadi salah satu rangkaian acara yang menambah nuansa religius dalam peluncuran Rumah Qur’an An-Nisa.

Kepala Lapas Perempuan Kelas III Kendari, Agustina, A.Md.IP., S.H., menegaskan bahwa kehadiran Rumah Qur’an An-Nisa tidak sekadar menjadi tempat belajar membaca Al-Qur’an. Lebih dari itu, fasilitas ini diharapkan menjadi ruang pembinaan untuk memperkuat keimanan, membentuk karakter, dan menumbuhkan harapan baru bagi warga binaan.

“Setiap orang memiliki kesempatan untuk berubah menjadi lebih baik. Melalui Rumah Qur’an An-Nisa, kami ingin menghadirkan ruang bagi warga binaan untuk memperbaiki diri, memperkuat keimanan, dan mempersiapkan masa depan yang lebih baik,” ungkap Agustina.

Dukungan terhadap program tersebut juga disampaikan Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Kendari, Hj. Marni, serta Ketua Majelis Ulama Indonesia Provinsi Sulawesi Tenggara, K.H. Muslimin. Keduanya menekankan pentingnya pembinaan keagamaan sebagai bekal bagi warga binaan untuk melakukan perubahan diri dan menjalani kehidupan yang lebih baik setelah menyelesaikan masa pidana.

Sementara itu, Sulardi dalam sambutannya menegaskan pentingnya penguatan pembinaan kepribadian sebagai bagian dari proses pemasyarakatan. Menurutnya, kehadiran Rumah Qur’an An-Nisa diharapkan dapat menjadi wadah pembelajaran Al-Qur’an yang berkelanjutan sekaligus mendukung kesiapan warga binaan untuk kembali berintegrasi dengan masyarakat.

Rangkaian peresmian ditandai dengan penyematan tanda peserta secara simbolis, penandatanganan prasasti, pemotongan pita, serta peninjauan fasilitas Rumah Qur’an An-Nisa.

Melalui program ini, Lapas Perempuan Kelas III Kendari menegaskan komitmennya untuk menghadirkan pembinaan yang bermakna dan berkelanjutan. Rumah Qur’an An-Nisa diharapkan tidak hanya menjadi tempat memperdalam ilmu agama, tetapi juga ruang untuk menumbuhkan kesadaran, memperbaiki diri, dan membangun bekal kehidupan yang lebih baik.

Dari balik jeruji, harapan tetap tumbuh. Melalui Al-Qur’an, langkah menuju perubahan dan masa depan yang lebih baik diharapkan semakin terbuka bagi setiap warga binaan.